Breaking the Rule

» Tuesday, February 19th 2008

Sedikit cerita, beberapa waktu yang lalu saya mendengar seseorang yang begitu bangganya bercerita tentang dirinya yang hobi menenggak minuman keras di hadapan temannya yang rajin sembahyang. Ada juga seorang yang menggebu-gebu bercerita tentang dirinya yang jago telat masuk kantor kepada temannya yang rajin dan penurut. Serta banyak lagi cerita tentang mereka yang dengan gagah berani melawan tata tertib.

Aturan.

Ya, aturan itu memang ada untuk dilanggar. Aturan itu sengaja diadakan untuk memberi tantangan pada mereka-mereka yang bernyali untuk dapat dikenal. Ya, orang tidak akan pernah mengenal Anda jika Anda hanyalah orang yang begitu-begitu saja. Sejarah tidak pernah mencatat orang yang penurut. Jika Anda hanya mengikuti aturan yang ada, tetangga Anda bahkan mungkin tidak akan mengenal Anda. Tapi jika Anda berani menentang tata tertib, dunia yang akan mengenal Anda.

Lawanlah. Sebuah sungai hanya akan menjadi sungai jika arusnya hanya mengalir tenang. Tapi ia akan dikenal dan dikunjungi bila ada batu besar yang menentang arusnya, menciptakan riak, membuat gelombang.

Lihatlah mereka, orang yang namanya ada di setiap buku sejarah. Mereka semua adalah penentang aturan semasa hidupnya, dan ketika mereka mati, nama mereka akan tetap hidup. Galileo dan Copernicus, adalah penentang aturan gereja yang yakin bahwa bumi itu datar dan merupakan pusat tata surya. Darwin, orang yang berani menciptakan sebuah teori baru. Anda? Bahkan teman lama Anda akan lupa siapa Anda.

Tapi memang, untuk melawan sebuah aturan juga dibutuhkan nyali. Silakan pergi mencuci kaki kemudian tidur dan bermimpi menjadi terkenal jika Anda seorang pengecut tak bernyali. Karena memang akan banyak efek yang terjadi setelah Anda melakukan hal tersebut. Anda melanggar ajaran agama Anda, tentu akan banyak yang mencemooh, tapi banyak juga yang akan kagum pada Anda. Anda melanggar aturan tempat kerja, tentu atasan Anda akan memarahi Anda, tapi rekan-rekan yang sederajat dengan Anda akan jadi segan kepada Anda.

Dan jangan lupa. Ceritakan tentang perbuatan Anda itu kepada semua orang. Anda tidak akan jadi seterkenal itu jika hanya beberapa orang saja yang tahu. Publikasi. Itu yang penting. Seperti yang saya ceritakan di awal, mereka itu tengah melakukan publikasi. Ceritakanlah tindakan Anda layaknya seorang pahlawan yang kembali dari pertempuran, melawan maut, atau bahkan bertarung dengan Tuhan. Maka tentu orang yang mendengarkan Anda akan kagum pada Anda.

Terakhir, jangan lupa tanamkan motto ini pada diri Anda:

The rules is: NO RULE!!

Oke, selamat menjadi rule-breaker! Selamat menjadi terkenal!

Categories: social
35 comments
  1. verlita says:

    melawan peraturan tapi tetep berprestasi…
    baru deh mas itu terkenal…
    melawan peraturan tapi tidak membawa kedalam neraka…baru okeh
    melawan peraturan kantor, tapi bisa bikin bos berdecak-decak kagum…wuihhhh..lama2 si bos bakal yg jadi bawahan kita…
    artinya, kita melawan peraturan, tapi tetap ok disegala bidang…welllll baru deh, pasang sabuk pengaman!! karena perjalanan menjadi terkenal dan sukses akan melesat secepat kilat!! :D

  2. Chow Gun Fat says:

    Post ini melanggar aturan karena udah maen satire seenaknyah!! >:)

  3. Goop says:

    dikau geram ya ziebh?? :roll:

  4. Mas Nazieb, saya jadi ingat idiom “Jika ingin jadi orang terkenal, memberontaklah”. wah, melanggar aturan kayaknya sudah makin menjadi jalan pintas menuju ketenaran, euy … tapi hanya akan menjadi sebuah kesia-siaan jika “pemberontakan” semacam itu hanya latah dan sekadar cari sensasi, hehehehe :lol:

  5. edy says:

    hari ini telat lagi? ;))

  6. detnot says:

    mending lurus2 aja bro :D

  7. tukangkopi says:

    wah, gw terinsipirasi! udah lama gak jadi rule-breaker.. :D

  8. Ina says:

    Milih jadi anak baik-baik apa jadi anak yg bejat yach???
    *dilema

  9. suprie says:

    mmm… rule-breaker asal tau klo peraturan itu memang salah, tapi jangan asal ngelanggar peraturan.

  10. stey says:

    kata adik saya, saya adalah domba yang sesat..maksudnya apa ya?hehehe..

  11. testbug says:

    @stey

    Maksudnya ini kali mas….

    The rule is: NO RULE!!!

    Kesimpulannya ada peraturan nggak??? ;))

    * Fuzzy mode:ON :-B

  12. ridu says:

    Oke, selamat menjadi rule-breaker! Selamat menjadi terkenal!

    sayangnya ridu gak bisa break dance jadinya gak bisa terkenal donk!hehehe…

    kalo sekarang emang bebas berpendapat tapi kalo udah melanggar aturan ya kita juga harus bertanggung jawab donk dgn apa yg telah kita buat..
    *jd inget pelajaran PPKn deh tentang norma2 gitu..

  13. isnuansa says:

    Kalo saya pilih: Tenang-Tenang Menghanyutkan :)

  14. nrl says:

    berarti saya sah kalo cabut sekolah??

  15. Lah,, ngak niat sie jadi rule-breaker
    Tapi kayaknya udah deh.. :)

  16. cK says:

    peraturan itu dibuat untuk dilanggar khan? :D
    *i sense satire* >:)

  17. mungkin analoginya hampir sama dengan “thinking out of the box”

  18. Raffaell says:

    waahhh, dah dari dulu begitu mas…. cuman ada beberapa rule yang ngga bisa di langgar, agama, heuheuheuhe

  19. alfaroby says:

    kalau berjuang demi ketearan dan menimbulkan banyak kerugian bagi orang lain sih mendih jangan…
    mending jadi orang biasa saja.. toh kita hiduo di dunia ini hanya sementara saja kok…

  20. Hidup no rule! Hidup telat ngantor! ;))

  21. pink says:

    haha, aku kok aneh ya dengernya? kalo kita beranin menentang aturan, tentu kita akan terkenal tapi terkenalnya karena kejelekan kan? kalo gitu mah aku lebih milih ga dikenal daripada terkenal karena kejelekan. itu sih kalo menurut saya. peace…

  22. Wazeen says:

    “Ya, aturan itu memang ada untuk di langgar” , iya memang benar kalau dil langgar memang ndak boleh tidur, apa lagi bermain, apa lagi ngeblog soalnya di langgar itu ndak ada hot spot-nya. ya mau keluar dari aturan ke luar langgar aja, cari aja kafe terdekat ngeblog-lah di situ he he he :D

  23. Wazeen says:

    zieb btw, tahu ndak caranya biar poto saya juga muncul di kommen?

  24. almascatie says:

    jika dah yakin akan kebenaran, kayaknya sudah cukup deh

  25. tastbug says:

    @Wazeen
    Daftarin emailnya di Gravatar dulu om…

    Si Naziebnya gi keluar kota…

  26. testbug says:

    Arrrrrrrrrrrrrrrrrrghh… ~X(
    Salah tulis nama..

    Musti slametan neh….

  27. testbug says:

    Nanggung ah…

    Hatricks!!!
    Killing Spree

    *kabuuurrrrr……….

  28. popok says:

    yah, gak salah juga sih..

    tapi, aturan kan ada untuk dipatuhi, bkan dilanggar..

    terkenal tapi gak mulia, nol besar dong?

  29. pudakonline says:

    Lawanlah. Sebuah sungai hanya akan menjadi sungai jika arusnya hanya mengalir tenang. Tapi ia akan dikenal dan dikunjungi bila ada batu besar yang menentang arusnya, menciptakan riak, membuat gelombang.

    menarik!

  30. daeng limpo says:

    tetapi hati-hati melanggar pembatas jurang….anda akan nyungsep masuk kedalamnya. Apakah mesti demikian supaya terkenal….?

  31. nyonya says:

    Kanda…gak usah curhat de… :*

  32. Hair says:

    Wah, ajaran sesat nih.
    Tapi saya sangat sepakat kalau orang-orang sekarang itu sangat bangga kalau bisa melawan arus. Waktu saya SMA dulu, teman-teman sangat bangga menyebut diri mereka tukang bolos daripada kutu buku. Aneh

  33. dodot says:

    sangat mudah untuk menemukan manusia yang melanggar aturan dan sangat susah untuk menemuka manusia yang taat peraturan

  34. noki says:

    hidup manusia seperti sungai yang mengalir, tapi mereka juga dapat menjadi sekeras batu

  35. sahat says:

    I dont like you. If your writings expressing you, then I just dont like you

Add Your Comment